WhatsApp Image 2025-04-25 at 09.43.09
SHARING LITERASI “DARI PIKIRAN KE TULISAN” STUDI TIRU MGMP BAHASA INDONESIA MTS KOTA MALANG KE MTSN 3 MALANG

Lawang-MTsN 3 Malang pada Rabu 23/4 menyambut hangat kehadiran peserta Studi Tiru dari MGMP Bahasa Indonesia Kota Malang ke MTsN 3 Malang. Sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa bagi generasi muda yang saat ini dibuai oleh kecanggihan dunia digital, Chusnul Chotimah, M.Ag selaku ketua Pokjawas MTs Kota Malang menyampaikan kekagumannya pada MTsN 3 Malang sebagai madrasah literasi dan berharap guru bahasa Indonesia MTs di Kota Malang dapat terinspirasi apa yang menjadi pembiasaan baik di madrasah ini untuk diimplementasikan di madrasah guru masing-masing, “Janganlah kita seperti katak dalam tempurung yang merasa baik di lingkungan kita sendiri sementara di luar (madrasah lain) ternyata lebih baik,” imbuhnya sebagai motivasi kepada peserta studi tiru.

Dalam kegiatan ini rangkain acara intinya adalah sharing kegiatan literasi antara MTsN 3 Malang dan madrasah tamu yang mengusung tema “Dari Pikiran ke Tulisan” untuk menggairahkan menulis di lingkungan pelajar. Mulai dari motivasi baca-berbicara hingga bagaimana siswa berproses untuk membentuknya sebagai produk tulisan. “Literasi adalah program jangka panjang, apa yang kita lakukan hari ini mungkin dampaknya kita akan segera merasakan mungkin berupa keteraturan, kesenangan belajar atau bahkan baru siswa rasakan pada lima hingga sepuluh tahun ke depan dengan ragamnya profesi dan keterampilan mereka,” ucap Ilin Nurhamidah, M.Pd. selaku ketua Tim Literasi MTsN 3 Malang.

Dalam moment tersebut MGMP Bahasa Indonesia Kota Malang antusias dengan program literasi yang digiatkan di MTsN 3 Malang di antaranya Gelem Matsaneti di hari Senin yakni kegiatan membaca buku fiksi atau non-fiksi, menulis jurnal membaca, hingga saling menceritakan hasil baca bukunya di masing-masing kelas bersama pendamping literasi sebagaimana yang Dra. Warsi, M.Pd selaku kepala MTsN 3 Malang tuturkan Madrasah memberi kebijakan literasi terintegrasi pada semua mapel dan menyediakan waktu khusus untuk literasi pada setiap hari Senin jam pertama setelah kegiatan upacara bendera hari Senin. Terjadwal pula kegiatan Kuliah Inspirasi Pagi setiap hari Jumat minggu ke dua setiap bulannya siswa mendapatkan kesempatan menyampaikan ceritanya ke 1000 temannya sebagai motivasi dan inspirasi. Siswa mengikuti dengan seksama dengan tujuan mereka dapat mengambil pesan positif untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pembiasaan literasi bagi peserta didik dimulai dari menyimak, berbicara, mendengar, hingga menulis merupakan proses belajar sepanjang hayat yang tentunya akan bermanfaat untuk lingkungan keluarga, hingga masyarakat luas, untuk kehidupan saat ini hingga di masa mendatang. Hal tersebut tentunya sejalan dengan misi pendidikan nasional yang diinput dari kurikulum merdeka.(INH)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait