WhatsApp Image 2025-05-05 at 12.29.12
TABUR CINTA DALAM AKSARA

Lawang-MTsN 3 Malang selalu konsisten menggiatkan literasi di setiap gerakannya. Senin 5/5 menggiatkan literasi semua siswanya melalui “Tabur Cinta dalam Aksara”. Kegiatan ini digagas untuk mendukung Kurikulum Berbasis Cinta setelah MTsN 3 Malang menerima Surat Tugas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tentang penunjukan madrasah sebagai piloting dalam implementasi awal Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), MTsN 3 Malang terus menunjukkan komitmennya dalam persiapan maupun percepatan.


Barusan aksara penuh cinta ini diisyaratkan kepada seluruh warga madrasah semakin meningkatkan rasa cintanya kepada Allah Swt.(Hubullah), cinta kepada Nabi Muhammad saw(Hubulrosul), cinta kepada lingkungan(hubulbi’ah), cinta kepada sesama(hubunnas), cinta pada diri sendiri(hubunnas), dan cinta kepada bangsa dan tanah air(hubulwatan).
Ilin Nur Hamidah selaku ketua tim literasi mencontohkan cara penulisan puisi, misalnya dalam kegiatan sehari-hari, siswa dapat menyampaikan rasa syukurnya dengan diksi yang menyentuh hati, seperti ajakan merenungkan ciptaan Allah Swt. sebagai bahan perenungan bahwa Allah Maha Pengampun. Dalam barisan diksi Siwa dapat menyampaikan doa dan harapannya, dalam taburan aksara siswa dapat merefleksikan apa yang ia dapat dari madrasah untuk menjadikan dirinya pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Dra. Hj. Warsi, M.Pd. sebagai kepala madrasah menambahkan bahwa gerakan ini dilakukan secara masif oleh seluruh siswa dan guru. Siswa menyelesaikan puisi sesuai arahan pembimbing di kelasnya masing-masing kemudian diadmistrasikan ke PA kelasnya masing-masing untuk dipersiapkan publikasi karyanya. Harapannya gerakan ini dapat menginspirasi para pembaca untuk sejuk membaca dan rasa cinta yang terus tertanam dalam sanubari. (INH)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait